Investor Saham

About Bloogger

Dilahirkan dari keluarga kurang mampu membuat hidup terasa berat bagi keluarga. Bapak hanya seorang mekanik bengkel mobil dan ibu hanya pedagang kecil. Kehidupan semasa kecil menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Setamat SMA sempat nganggur selama setahun karena kondisi keuangan orang tua yang tidak memungkinkan untuk bisa membiayai kuliah sampai jenjang perguruan tinggi. Menjadi tukang press ban di malam hari dan kernet angkutan umum saya lakoni di siang hari agar bisa cukup uang untuk membeli baju saat hari raya galungan & kuningan.
Mabuk-mabukan minuman keras sempat saya rasakan bersama temen-temen di lingkungan tempat tinggal untuk menghilangkan kekecewaan tidak bisa melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi. Setahun kemudian datang bantuan dari seorang paman yang begitu ihklas membantu biaya kuliah sampai tamat dengan catatan harus tamat maksimal selama 5 tahun.
Saya bersyukur tuhan memberikan jalan kepada saya untuk bisa mengenyam pendidikan tinggi walaupun saya tahu biaya sangat minim dan sayapun bertekad agar bisa lulus sesuai harapan. Mungkin semua keluarga belum mengetahui semasa saya kuliah sempat terjerumus ke dunia narkoba. Menjadi pemakai dan pengedar Sabu-sabu,Xtaci,Putaw dan Ganja sempat saya lakoni hanya untuk mencari tambahan uang agar bisa hidup di daerah rantau. Puji sembah saya ucapkan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa yang telah memberikan dorongan kuat dalam diri saya untuk bisa berhenti menjadi pemakai dan pengedar barang narkotika dan bisa terbebas sampai sekarang.
Terimakasih kepada teman-teman dan semua saudara-saudara saya hingga akhirnya saya bisa bekerja di perbankan yang sudah sesuai dengan cita-cita saya sewaktu kecil.

0 comments:

Post a Comment