Investor Saham

Saturday, March 25, 2017

Ingin Cepat Kaya !

Sifat TAMAK,INGIN CEPAT KAYA dan tidak mau belajar dari kesalahan. Demikianlah sifat dari sebagain masyarakat disekitar kita saat ini. Impian menjadi cepat kaya secara instan tersebut akhirnya malah menjerumuskan mereka dalam nestapa dan kehilangan kekayaan yang dimilikinya. Berbagai kasus penipuan yang kerap terjadi di Indonesia dengan modus penggandaan uang semakin menegaskan banyak orang kehilangan akal sehatnya ketika digoda uang dalam jumlah besar dengan cara yang ajaib. Yang menarik adalah korban dari kasus-kasus semacam ini tak sedikit berasal dari kalangan yang terdidik dan memiliki harta yang cukup. Salah satu kasus yang menghebohkan tahun 2016 yaitu Dimas Kanjeng, kaum cendikiawan pun ikut terseret menjadi pimpinan yayasan milik dimas kanjeng. Branding dari tokoh terkenal terbukti jitu untuk menarik orang-orang yang terbius mimpi menjadi cepat kaya. Yang pada akhirnya seperti kasus-kasus yang sudah pernah ditangani oleh Mabes Polri, uang yang diimpikan untuk menjadi kaya malah sirna tak jelas rimbanya.
think_smart_thumbSaya merasa kasus-kasus tersebut terjadi karena pengetahuan masyarakat tentang investasi dan tehnik investasi yang legal dan dirasa aman masih rendah. Hal tersebut menyebabkan masyarakat lebih memilih investasi dengan modal kepercayaan pada seseorang bukan pada aspek legalitasnya, dan menurut saya ini sangat berbahaya apabila tingkat literasi hanya sebatas wacana dan dijalankan tanpa menyentuh masyarakat bawah.
Saya pribadi dalam satu kesempatan di luar jam kantor kebetulan kumpul sesama rekan kerja, karena ada pertanyaan dari salah satu rekan tentang produk investasi saham sayapun antusias menjelaskan segala aspek berinvestasi yang benar pada instrumen pasar modal yaitu saham. Saya sengaja menjelaskan dari awal dari sisi resiko yang mungkin dihadapi oleh investor saham kepada rekan-rekan kerja saya daripada keuntungan yang didapat. Segala aspek resiko saya jelaskan secara detail sehingga mereka tahu dan mengerti akan resiko yang dihadapi kedepan, sebelum mereka berinvestasi pada instrumen pasar modal yaitu saham. Setelah mereka tahu resikonya kemudian saya jelaskan keuntungan-keuntungan berinvestasi di pasar modal. Semua rekan kerja saya manggut-manggut pertanda mereka sudah mengerti akan produk investasi pasar modal. Pada akhir penjelasan saya, saya menawarkan rekan-rekan kerja untuk ikut berinvestasi saham dengen membeli sedikit demi sedikit untuk diakumulasi dan dicairkan saat masa pensiun nanti. Namun apa yang terjadi ? tidak satupun dari rekan kerja saya yang berminat, karena begitu saya tanya kepada rekan kerja saya hampir jawabannya sama mereka tidak berani menerima resiko atas investasi yang mereka tanamkan he..he.he.ehe.ehe
Kemudian saya menawarkan lagi investasi money game dengan return yang sangat tinggi namun saya tidak menjelaskan resiko yang ada kepada rekan-rekan kerja saya. Saya hanya menjelaskan keuntungan demi keuntungan yang akan didapat apabila berinvestasi pada produk money game seperti ini. Jawaban dari rekan-rekan kerja saya sangat mencengangkan. Mereka menjawab akan mencoba ikut investasi seperti ini karena keuntungan yang didapat sangat besar. Kemudian saya tanya kembali, kenapa berminat dnegan investasi seperti ini ketimbang dengan investasi pada instrumen pasar modal yaitu saham. Rata-rata mereka menjawab resiko di saham sangat terbuka lebar, namun pada produk money game resikonya tidak ada he..he..he.he.he.he. hancur sudah..
Sayapun menjelaskan kepada rekan-rekan kerja saya kenapa jawaban kalian lebih memilih investasi money game ketimbang instrumen saham yang sudah legal secara hukum. Karena pengetahuan kalian tentang produk investasi masih rendah, sedari awal saya menjelaskan produk saham yang saya jelaskan kepada kalian semua hanya resiko-resiko resikonya saja sehingga terbentuk di pikiran kalian itu resiko yang kalian terima atas investasi saham dan kalian hanya mengingat potensi kerugiannya saja. Sedangkan pada produk money game yang saya ceritakan dari awal hanya keuntungan keuntungan keuntungan dan keuntungan secara tidak sadar pada pikiran bawah sadar anda terbentuk dan mengingat potensi keuntungan berinvestasi money game keuntungannya sangat besar dan mengenyampingkan resiko yang akan dihadapi.  Saya bertanya lagi kepada rekan kerja saya,setelah anda tahu perbedaan investasi saham dengan money game baik dari resiko dan keuntungannya anda masih berminat untuk berinvestasi saham ? jawaban mereka tidak berminat karena keuntungannya jauh lebih kecil dari investasi money game. Saya menilai dari eksperimen kecil yang saya lakukan, orang yang sudah berpendidikanpun masih memiliki sifat greedy (serakah) dan ingin cepat kaya secara instan. Harusnya mereka tahu dan sadar prinsip-prinsip investasi yang harus dipahami yaitu high risk high return, low risk low return dan investasi yang diikuti harus legal secara hukum. Sehinga mereka bisa menjelaskan kepada masyarakat di sekitarnya ataupun kepada keluarga keluarga terdekatnya agar tidak mudah tertipu atas iming-iming investasi dengan return yang tinggi yang pada akhirnya membawa nestapa. Be Smart ya!