Investor Saham

Friday, December 23, 2016

Hasil Corat Coret Software Metastock

Di penghujung 2016 berbagai macam psikilogis dan prilaku manusia akan muncul di bursa saham, banyak yang berspekulasi untuk menyambut nataru simpan dana cash untuk mengantisipasi libur nataru yang tidak menentu. Saya berpikir itu sah-sah saja tergantung situasi finansial kita masing-masing melakukan investasi di bursa saham Indonesia. Namun saya pribadi memperhatikan dalam sebulan terakhir dana asing keluar sungguh massive yang membuat index harga saham gabungan kembali ke 5000. Keluarnya dana asing apakah karena kondisi perekonomian kita yang stagnan atau menurun ? ataukah karena faktor profit taking dari investor asing ? Saya pribadi melihat keluarnya dana asing bukan karena perekonomian Negara Indonesia yang melambat atau stagnan namun lebih cenderung karena aksi profit taking yang dilakukan oleh investor asing itu sendiri. Kebiasaan investor lokal saat liburan natal dan tahun baru selalu menjual portofolionya sedangkan asing sedikit demi sedikit mengumpulkan saham-saham yang memberikan return tinggi di bursa saham Indonesia.
Saya pribadi baru belajar secara otodidak dengan membaca litelatur-literatur yang ada serta melakukan praktek langsung transaksi di bursa saham Indonesia. Hal utama yang harus di pahami dalam melakukan investasi di pasar modal adalah mengenai resiko yang harus dihadapi oleh investor. Sejelek apapun resiko yang akan di hadapi harus dilalui dengan tenang dan selalu introspeksi diri untuk memperbaiki kesalahan yang sudah pernah dilakukan. Apabla kita sudah memahami resiko yang akan dihadapi, belajarlah teknis perdagangan yang berlaku di pasar modal, sayangnya di pasar modal Indonesia tidak menyediakan demo account untuk melakukan transaksi jual dan beli. Kita diharuskan membuka account riil dan menyetorkan sejumlah uang pada perusahaan pialang saham yang ada di Indonesia. Setelah semua proses pembukaan account sudah dilakukan saatnya kita untuk melakukan jual maupun beli saham-saham pilihan kita sendiri tentunya resiko maupun keuntungan yang didapat akan kita dapatkan sendiri he.he.he.he.
Jual dan beli saham sih gampang bro ! tinggal klik tombol beli apabila kita ingin membeli dan klik tombol jual apabila kita ingin menjual saham sesuai pilihan kita.  Yang susah adalah memprediksi atau menganalisa pergerakan saham itu sendiri, apakah akan besok akan naik atau turun atau malah stagnan ga naik naik sampai bertahun tahun. Untuk membantu melakukan analisa pergerakan saham, saya sendiri melakukan dengan software metastock eod versi 11. Berdasarkan pengalaman pribadi mencoba berbagai software analisa technical pilihannya jatuh pada software metastock. Selain penggunaanya yang user friendly indikator-indikatornyapun mudah dipahami serta sangat simple. Oh iya metastock yang saya pakai versi 11 EOD artinya software tersebut hanya bisa diupdate saat market closed saja. Karena keterbatasan waktu saya yang full time kerja kantoran, jadi belajar analisa technical malam hari he.he.he.
Oh iya apabila kita jago membuat indikator-indikator sesuai dengan keinginan kita software ini juga bisa lho untuk mencari saham-saham sesuai dengan kriteria yang sudah kita buat sendiri. Namun sangat disayangkan saya masih perlu banyak belajar lagi untuk menggunakan software canggih ini. Untuk amannya saya pribadi menggunakan software ini hanya untuk saham-saham bluechip maupun saham-saham yang masih memberikan ROE diatas 20% saja dan rutin membagikan deviden setiap tahunnya kepada pemegang saham.Denggan belajar analisis technikal menggunakan software metastok ini saya mendapatkan support 1 support 2 dan support 3 artinya saya bisa melakukan akumulasi beli 3 kali untuk mendapatkan harga serendah-rendahnya. Dengan cara seperti ini saya mendapatkan gambaran harga akan bergerak kemana di masa yang akan datang. Minimal untuk trading mingguan atau bulanan enak banget. Apabila pergerakan harga saham tidak sesuai dengan analisa kita kita juga bisa menentukan stop loss sehingga kerugian tidak terlalu besar. Berikut contoh analisa dengan software metastok yang saya buat. Saya menggunakan indikator Fibonnaci Retracement Bollingar Band serta indikator RMO
bjtm
Dari indikator diatas dapat dilihat saham BJTM pada tanggal 22 harganya turun cukup dalam dengan volume cukup tinggi closed di harga 585, untuk perkiraan keesokan harinya saya perkirakan trendnya masih turun dengan batas support 1 di harga 570. Namun apabila harga closing pada tangga; 23 besok di bawah harga 570 kemungkinan harga BJTM akan menyentuh harga 530. Dengan skenario analisa seperti  ini paling aman untuk melakukan pembelian di kisaran range kisaran harga 530 kebawah karena menurut saya sesuai dengan analisa yang saya buat tadi harga 530 merupakan support terkuat saat ini. Namun apabila harga tetap menyentuh dan menembus harga 530, lakukan average pembelian di support dasar harga 480 dan saya berasumsi dengan REO masih diatas 20% saham ini layak untuk di akumulasi. (Disclaimer On)
Oh iya ini bukan merupakan rekomendasi beli ataupun jual yah.. ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi yang ingin saya share untuk nambah ilmu bagi orang yang masih awam perihal investasi di pasar modal. Saya sendiri masih tahap pembelajar, namun apabila ada yang ingin rembug belajar sama-sama, dengan senang hati untuk berdiskusi melalui email,whatsup.line dan alat komunisaki lain yang murah meriah..he.he.he. Dengan melakukan investasi berkala di pasar modal, saya yakin return yang didapat akan jauh lebih besar dari deposito atopun ORI yang dijual pemerintah. Namun perlu juga dipertimbangkan resiko kedepan yang akan dihadapi. Bijak-bijaklah menggunakan dana anda untuk berinvestasi, bahasa kerennya DYOR (Do Your Own Research). Nanti saya akan menceritakan pengalam-pengalaman yang lainnya perihal investasi yang saya lakukan di pasar modal. Oh iya jangan lupa rajin-rajin juga membaca litelatur-literatur dari yang sudah ahli di pasar modal, untuk menambah wawasan anda.Happy Cuan

Monday, December 12, 2016

Metastock ChartNexus and Fibonacci Retracement

Awal saya terjun ke Bursa Saham Indonesia tentunya dengan modal nekat tanpa adanya toll ataupun software alat bantu apapun bahasa kerennya naked investor he..he.he. Saya pribadi sangat antusias untuk mendalami dunia ini mengingat saya tidak mempunyai keahlian untuk melakukan bisnis secara konvensional, sedangkan penghasilan saya sendiri setiap bulan hanya dari gaji di tempat saya bekerja. Walaupun gaji yang saya terima masih bisa menghidupi keluarga namun saya menginmetastockginkan menyisihkan gaji yang saya terima setiap bulan untuk investasi masa depan anak dan keluarga.
Mungkin saja bagi sebagian investor sudah mengetahui kegunaan software tersebut, namun bagi sebagian investor di bursa saham masih memikirkan untuk menggunakan software tersebut dikarenakan harga untuk membeli software tersebut sangatlah mahal dan group group investor yang membahas khusus mengenai Metastock di Indonesia masih sangat minim, walaupun ada group yang membahas mengenai penggunaan Metastock dengan system yang mereka buat namun anda diharuskan untuk membayar sejumlah iuran bulanan yang menurut saya masih mahal untuk kantong investor ritel seperti saya. Saya pribadi sudah melakukan pencarian di om google terkait dengan penggunaan fitur-fitur metastock namun tetap saja mendapatkan situs-situs berbayar untuk belajar penggunaan metastock. Namun menurut saya pribadi itu hal yang wajar karena ilmu yang mereka miliki juga didapat dari membayar kepada orang yang lebih dulu mengetahui penggunaan fitur-fitur metastock itu sendiri.
Saya sendiri saat ini menggunakan software Metastock EOD versi 11 untuk memahami pergerakan saham di Bursa Indonesia, secara tidak sengaja saya mendapatkan di mbah google secara gratis walaupun ilegal namun untuk kepentingan pribadi di rumah sangat membantu saya untuk melakukan analisa technikal pergerakan harga saham dalam satu minggu ke depan. Update data metastock pun saya dapatkan software yang bisa update secara harian tanpa susah payah mengeluarkan biaya untuk melakukan donwload dari situs-situs berbayar yang ada di Indonesia. Oh iya Metastock yang saya gunakan juga sudah secara otomatis melakukan udjustmen harga apabila ada saham yang melakukan right issue atau reverse stock dll.
Software Metastock sendiri menyertakan puluhan indikator yang powerfull untuk melakukan identifikasi support maupun ressintant harga, indikator favorite saya adalah Fibonacci Retracement. Menurut saya pribadi indikator ini masih sangat powerfull untuk menentukan apakah harga suatu saham tersebut akan revelsal ataupun tidak. Kita dapat menentukan area beli maupun area jual saham yang kita punya. Tentunya dengan strategi ini keputusan untuk membeli maupun menjual saham yang kita punya bisa memaksimalkan keuntungan maupun meminimalkan kerugian kita di Bursa Saham Indonesia.
Saya membandingkan dengan software charnexus versi gratisnya dengan metastock yang saya pakai ini, secara overall metastock masih lebih unggul dengan charnexus. Keunggulan metastock adalah charnexusdisertakannya puluhan indikator-indikator untuk menganalisa pergerakan saham sedangkan di charnexus versi gratisnya indikatornya terbatas. Saya belum mencoba chartnexus yang versi berbayarnya apakah lebih baik dari metastock atau tidak. Namun apabila saya melihat dari sisi luarnya dari charnexus yang berbayar, saya memberikan nilai 10 untuk metastock sedangan chartnexus saya berikan nilai 7.
Pada awalnya saya menggunakan chartnexus untuk melakukan analisa technical pada saham-saham yang saya ingin beli, namun saya merasa kesulitan untuk menentukan support maupun resisstant harga karena tidak ada indikator yang bisa saya gunakan. Terutama tidak adanya indikator Fibonacci Retracement kesukaan saya pada software charnexus. Dengan metastock saya lebih mudah menganalisa arah pergerakan saham untuk satu minggu kedepan. Selain wajib mengetahui analisa technical, analisa fundamental juga wajib untuk diketahui.  Metastock menurut saya pribadi sangat mudah digunakan dibandingkan dengan software chartis yang lain. Mungkin karena biayanya yang sangat mahal makanya di Indonesia kurang diminati.
Fibonacci Retracement merupakan indikator yang menurut saya sangat bagus digunakan untuk menentukan target penurunan maupun target kenaikan suatu saham. Penggunaannya pun sangat mudah anda tinggal menempatkan indikator tersebut pada harga tertinggi dan terendah saham atau sebaliknya. Kemudian anda akan melihat garis 0% 23,6%  38,2% 50%  61,8% dan 100%  seperti dalam gambar berikut ini.
Elsa_Chart

Dalam contoh chart tersebut dapat dilihat garis garis fibonacci retracement tersebut untuk menentukan support maupun resisstant harga. Tentunya dengan mengetahui support dan resistant harga seperti ini arah trading anda akan lebih terarah daripada melakukan trading tanpa software apapun.
Oh iya..untuk update data hariannya ga perlu repot-repot saya sendiri tanpa sengaja juga mendapatkan software yang menurut saya sangat bagus secara otomatis mendownload data dari yahoo.finance.
Happy Cuan