Investor Saham

Wednesday, November 16, 2016

Investor Asing sebagai Penggerak IHSG

12-Investor-Asing-Tertarik-Garap-Kilang-Tuban-energitodaySemua yang berkecimpung dalam dunia investasi saham pasti mengamini bahwa saat ini dana asing yang masuk ke Bursa Saham Indonesia menjadi motor penggerak naik turunnya IHSG. Melihat data dari broker danareksa sepekan terakhir dana asing sudah melakukan nett sell atas kepemilikan sahamnya di Bursa Saham Indonesia sedangan nett buy investor dalam negeri justru melakukan nett buy. Dalam 3 hari saja dana asing sudah keluar hampir 5,2 Triliun, yang mengakibatkan IHSG terjungkal hampir 400 point. Saya pribadi tertarik dengan Bursa Saham karena memang ingin melakukan investasi secara berkala di Bursa Saham. Saya berharap apa yang saya lakukan bisa memberikan manfaat untuk masa pensiun nanti.

Jadi menurut saya sangat penting untuk memperhatikan strategi-strategi investor asing melakukan investasi di Bursa Saham Indonesia, tentunya kita sebagai investor retail hanya bisa membaca pergerakan keluar masuknya asing di bursa tanpa bisa melihat saham-saham apa saja yang dibeli oleh asing. Namun untuk investor-investor kelas kakap tentunya akan sangat mudah memantau pergerakan asing seperti ini. Kalau kita sebagai investor retail jangan sekali-kali menggunakan dana margin yang disediakan oleh broker untuk melakukan pembelian saham dan ikuti pergerakan asing apabila ingin eksis di bursa saham. Dana margin merupakan pemanis yang bermata dua, disatu sisi saat pembelian kita searah dengan pasar dana margin tersebut sangat menguntungkan, begitu juga sebaliknya apabila pembelian yang kita lakukan berlawanan dengan pasar akan sangat merugikan dan apabila kita tidak menyetorkan dana untuk menutupi penggunaan margin tersebut bisa bisa kita terkena forced sell oleh broker. Banyak investor-investor kelas kakap menyarankan untuk mengikuti pergerakan pasar artinya saat asing keluar jangan terburu-buru melakukan pembelian,karena IHSG masih dominan digerakkan oleh investor dana asing yang masuk ke bursa. Bisa jadi saat asing keluar dengan melakukan penjualan besar-besaran saat ini tengah merealisasikan keuntungannya yang sudah dibeli awal tahun lalu dan akan masuk kembali saat harga sudah terdiskon. Peluang untuk memperoleh keuntungan di bursa sangat besar, tergantung kita aja menyikapinya. Happy trading

Saturday, November 5, 2016

Cerita dari Sahabat @ajibayuprist

Dari miniblog saya @ajibayuprist
with pristiawan bayu ajiSaya mau cerita
2 hari kemaren ada acara di Bali, karena sabahat gw tinggal di Bali ketemuanlah kita makan2, tertawa2
Walau waktu pendek, setiap ke Bali gw kudu sempatkan ketemu sahabat ini, Gede namanya
Gede bukan hanya sahabat, kaya sodara..dia salah satu orang pertama yg berjalan bareng meniti karir sama2 sejak 2001-2002
Sama2 meniti karir dan berjuang dari grade rendah di kantor..sama2 merantau, sama2 berjuang buat keluarga..kita berjuang bersama, setiap hari
Dari pembicaraan dan cerita2 kami hari ini..maka kita juga punya cerita sama :
Sama2 dibukakan pintu rejeki oleh orang lain..sama2 ketemu malaikat tanpa sayap..begini cerita Gede
2001-2002 Gede merantau ke Balikpapan dari Bali, nekat..gada keluarga, yg penting bekerja
Diterimalah dia..di bank swasta yg sama seperti saya..clerical..grade terendah, kami berdua
Gede sangat pintar, sangat semangat belajar, saya banyak belajar dia, dia juga gak pelit ilmu..karirnya bagus
Dia dipercaya teman2 kantor, dipercaya pimpinan2..anaknya lucu dan menyenangkan
Bekerja dgn baik dan banyaknya sahabat2 di perantauan gak membuat dia nyaman juga, dia tetap rindu Bali, rindu orang tua dan keluarga
Dia mau pulang..keinginan ingin pulang makin tinggi, 2007 mulai cari kerja di Bali dan dia denger ada penerimaan untuk karyawan BPD Bali
Dia mau coba, siapa tau rejeki katanya, & kalo dia masuk..kemenangan ganda..plg kampung & kerja di tempat semua bankers pgn kerja..BPD
Diundang test tulis..paksain ke Bali buru2 dari Bpp, dia bawa perlengkapan seadanya..yg penting mental & tekad udah bulat..itu pasti cukup
Ternyata..Sampe lokasi test dia dilarang masuk, petugas bilang ada syarat yg dia gak penuhi, untuk test harus pake kemeja putih dan celana bahan gelap
Gede pake kaus kerah & celana jeans, gak bawa kemeja putih plus celana bahan..gak bisa masuk, udah dijelasin plus nyembah2 bahwa dia dari jauh..
Tapi peraturan tetap peraturan, Gede gak bisa ikut test karena gak memenuhi syarat busana keikutsertaan
Gede langsung lemes, dia kecewa, dia ngedumel ngomel2 sendiri akhirnya dia duduk di pinggir jalan sambil ngerokok..
Dia diem sambil sedih..ada Ibu2 penjual warung kecil dan bensin botolan yg liatin dia mulu dari seberang jalan, Gede cuekin..
Gede sambil merenung dia berdoa..supaya diberi jalan untuk kembali pulang dari perantauan, dgn cara apapun
Dia berdoa supaya diberi kemudahan pulang ke Bali, biar dekat dgn ortu, biar bisa rawat Bapak dan Ibunya yg menua
Gede berdoa khusuk sekali..
Selesai berdoa Gede kaget krn Ibu2 ini udah ada di depan dia, Ibu2 ini nanya "habis antar yg ujian dek? Adek kenapa?" Mungkin kegundahan Gede kebaca
"Saya harusnya ikut ujian Bu, tapi saya salah membawa baju..padahal saya dari jauh dari Balikpapan" Gede cerita sekenanya
"Baju apa yg harus dipake dek?" Tanya Ibu "Baju kemeja putih dan celana bahan, saya hanya bawa kaus kerah dan celana jeans.."
Belum selesai Gede cerita si Ibu udah keburu lari ke sawah belakang warungnya...Gede bingung ngapain si Ibu langsung lari
Si Ibu lari datengin suaminya si Bapak, yg jadi buruh sawah gak jauh di belakang warungnya
Dari jauh Gede liat si Ibu bicara dan seret2 si Bapak yg lagi asik ngarit rumput, berdua berlari2 gandengan lewat pematang sawah..
Keduanya nyamperin Gede yg masih mlongo..."dek cepat ikut kami ke warung..sekarang.." Gede bingung tapi dipaksa ikut..
Sekarang mereka lari2 gandengan bertiga..nyebrang dan ke warung si Ibu
Sampe warung, Ibu langsung kasih komando.."Pak buka bajumu..Celanamu..Dek kamu juga..cepat kalian tukar pakaian!"
The Power of Emak2
Ternyata si Bapak memakai kemeja tangan panjang kumal, warna putih tapi udah kuning kecoklat2an krn memang dipake kerja di sawah
Celana nya pun kumal, abu2 tua kotor, banyak sisa2 lumpur dan tanah sawah, selayaknya baju dan celana petani atau buruh sawah
Gede yg masih bengong pun ankhirnya dasar..mungkin ini jawaban doanya, dia langsung bertukar pakaian dgn si Bapak secepat kilat
Gak peduli kemeja dan celana belel, dan agak kegedean...dia lari lagi masuk ke tempat ujian, yg emang baru akan mulai beberapa menit lagi
Dia ditanya petugas pendaftafan ujian yg tadi.."Dapat pakaian darimana Mas?" .. "saya dibantu Bapak dan Ibu penjual bensin di seberang sana"
Gede pun akhirnya bisa masuk, kerjain test sambil beberapa kali netes airmatanya inget kejadian barusan..inget baiknya Ibu dan Bapak barusan
Selesai test, ada cewek di belakangnya menegur dan berbisik.."Bli celanamu sobek"..Gede baru sadar, celananya sobek di selangkangan besar sekali
Pantat dan CD nya keliatan, gak bisa ditutupi, dan dia sama sekali gak menyadarinya sejak awal
Dia gak peduli, dia udah tenang bisa ujian, dan dengan pede nya dia keluar ruangan ujian dengan diliatin peserta ujian lainnya
Lulus gak lulus nomor 2 kata Gede, tapi Dia sangat terkesan dgn kebaikan Bapak Ibu itu, dia balik ke warung
Sampai di warung, Bapak dan Ibu langsung bertanya," Gimana? Bisa ujiannya?" Betapa tulus pasangan ini, Gede menjawab sambil berkaca2.."Bisa"
Gede mengembalikan baju dan celana si Bapak, saking respectnya sama kedua orang ini Gede memutuskan akan membantu modal si Ibu Bapak ini
"Ibu Bapak saya mau ucapkan terima kasih..sudah dibantu, ini berarti sekali buat saya..saya mau bantu modal Ibu Bapak, buat pegangan..saya ke ATM dulu"
Si Ibu menjawab "tidak usah, membantu itu tugas kita sesama manusia..kalo kita bantu kamu..terus kamu kasih uang, itu bukan bantu, itu pamrih dek"
Gede memaksa "Iya bukan kasih, anggap saja saya sewa pakaian tadi?" Ibu dan Bapak berkeras menolak, berkali2 menolak
"Kami bisa membantu siapa saja..kami sudah senang" kata si Bapak, Gede mengangguk dan salim sama keduanya..saya pasti kembali dalam hatinya
Singkat cerita, Gede lolos test tulis, lolos wawancara akhir, dan diterima kerja di BPD Bali Cabang Karang Asem..gak jauh dari kampungnya Klungkung
Dia hijrah dari Balikpapan, kembali pulang dan deket ortu..tentunya dia inget pertama kali harus datengin siapa...si Ibu dan si Bapak
Ternyata warung rokok kecil dan bensin eceran itu udah gak ada, udah tutup beberapa bulan lalu, nanya ke sebelah2 gada yg tau
Udah pulang kampung info nya, kampung di mana gak tau..Gede nyesel, gak sempet kasih apa2, saat itu mau kasih pun ditolak, utang budi
Saat ini dia udah jadi pejabat di BPD Karang Asem, dia tetep cari si Bapak sama si Ibu karena sama2 di Bali
Kemaren kita berdua sepakat, jika Allah membantu kita dgn cara2 yg gak terduga, menjawab doa dgn tidak terduga
Masih banyak orang2 baik, orang2 tulus, yg mau membantu sesama, berbagi dgn lainnya tanpa pamrih
Mereka membantu ya sekedar membantu, tanpa pengen dibayar, diberi imbalan, bahkan tanpa pengen dipuji sekalipun
Anehnya orang2 seperti inilah yg banyak bantu sesama, orang2 sederhana yg sebenarnya justru perlu bantuan..sedangkan kita?
Ini harus kita pikirin, renungin, bahwa kita juga bisa berbuat sama, bahkan lebih..membantu sesama, berbagi
Saya dan Gede mendoakan agar si Bapak dan Ibu tadi, juga orang2 yg tulus memberikan bantuan ke sesama diberikan berbagai kemudahan
Mereka...Para malaikat tanpa sayap..
Cerita diatas adalah kisah nyata yang saya alami sendiri. Perjuangan dengan penuh doa harapan yang tulus untuk bisa mendapatkan kerja di Bali dekat bersama keluarga. Saya bersyukur bisa mempunyai pekerjaan yang saya cita-citakan sejak SMA. Hal yang sama juga dialami oleh sahabat saya Pristiawan Bayu Aji namanya. Sebelum menjadi Area Manager Wilayah Kalimantan di Bank Danamon saat ini dia bekerja, awalnya bekerja sebagai pengamen jalanan di wilayah Balikpapan. Lulus Sarjana bukan jaminan mendapatkan pekerjaan di Balikpapan. Untuk menyambung hidup, dia bekerja sebagai pengamen jalanan hanya untuk bisa bertahan hidup di kota minyak Balikpapan. Kami bertemu saat pembukaan Kantor Bank CIMB Niaga Balikpapan. Diapun mendapatkan informasi lowongan pekerjaan dari seorang teman Gatot Sukemi namanya, disinilah kami belajar menimba ilmu dengan didikan seorang bapak Arijo Damar yang sangat saya hormati dengan ketulusan dan kesabaran beliau, kami bisa seperti saat ini.  Kami mengambil hikmah dari apa yang kami alami, untuk selalu berbuat kebaikan saling berbagi walaupun hanya informasi, mungkin saja informasi ataupun pemberian ihklas dari kami merupakan pintu rezeki bagi orang lain.
Salam dari Sahabat