Investor Saham

Saturday, October 1, 2016

“BEKS” Saham Fenomenal di Bursa Indonesia

Bekerja di sektor perbankan seperti saya tentunya menjadi seorang trader saham ataupun forex tentunya akan banyak menyita waktu dan pikiran saya, hal itu tentu saja tidak saya inginkan karena akan mempengaruhi performance saya di tempat bekerja mencari sesuap nasi untuk anak istri he..he.he.e Ketertarikan saya terhadap instrumen pasar modal berawal dari program ESOP dari CIMB Niaga beberapa tahun yang lalu, klo ga salah seluruh karyawan mendapatkan bagian saham secara cuma-cuma dari management. Berawal dari situlah saya mulai mencari referensi-referensi untuk menambah pengetahuan terkait intrumen pasar modal yaitu saham. Krisis 1998 merupakan pengalaman yang sangat berkesan dan mungkin akan menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya pribadi. Seandainya saat itu saya menjadi Investor pasar modal tentunya saat ini saya sudah menjadi miliader he.he.he. namun apa dikata karena terlalu asyik dengan keuntungan yang sangat mudah didapat lupa akan tujuan untuk masa depan. Seandainya saja waktu dulu saya berinvestasi 200juta saja, membeli saham bluechip saat ini mungkin saja saya sudah mencairkan investasi saya sebesar 8 Miliar.

Saat krisis melanda suatu negara, hal itu akan mengakibatkan kejatuhan bursa saham negara tersebut. Hampir seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Saham Indonesia mengalami kebangkrutan.  Harga saham akan terdiskon habis-habisan, bayangkan saja saat terjadi krisis tahun 1998 hampir semua saham yang terdaftar di Bursa Indonesia sedang murah-murahnya. Stimulus dikeluarkan pemerintah untuk menjaga kejatuhan yang lebih dalam lagi. Bayangkan saja harga saham Bank BRI saat itu di kisaran Rp.500 dan saat ini harga saham Bank BRI di kisaran Rp.12.200. Seandainya sewaktu krisis 1998 dulu, saya punya niat untuk melakukan investasi sebanyak Rp.200.000.000, di saham BRI, mungkin saja saat ini saya sudah pensiun dari tempat saya bekerja dan fokus menjadi investor di pasar modal. Saat terjadi krisis di suatu negara, maka hanya pilihan saham milik pemerintah ataupun milik pemda lah yang paling tepat untuk dikoleksi karena pemerintah mempunyai modal yang tidak terbatas untuk menyelamatkan assetnya.

Bank-Banten-LogoSecara kebetulan saya membaca berita terkait pembelian Bank Pundi oleh BPD Banten di harga 18,35 per saham melalui right issue dengan HMED dengan komposisi 1000:3294. Saham Bank Pundi di Pasar Modal Indonesia berkode “BEKS”. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan karena hal ini merupakan peluang yang sangat bagus untuk berinvestasi di pasar modal untuk mendapatkan keuntungan yang belipat dikemudian hari. Berdasarkan pengalaman terdahulu dan pengetahuan saya terkait pasar modal dan membaca berita-berita terkait pembelian pemprov Banten terhadap Bank Pundi ini, saya putuskan pada bulan Juni 2016, untuk mengaktifkan kembali account saya di Danareksa dan menyetorkan dana sebesar Rp.10.000.000,-  Konfirmasi per telepon kepada account manager di Danareksa saya lakukan untuk melakukan  pembelian saham Bank Pundi. Antrian pembelian 2000 lot saham Bank Pundi di harga Rp 50. pun sudah dilakukan oleh Account Manager saya di Danareksa. Sore hari konfirmasi pembelian saham bank pundi sebanyak 2000 lot di harga 50 saya terima melalui email. Tidak disangka-sangka bulan pada bulan Juli kenaikan saham Bank Pundi mengalami kenaikan 110% kesempatan ini tidak saya sia-siakan untuk merealisasikan keuntungan saya. Komitmen saya sudah bulat untuk melakukan investasi di saham ini,walaupun banyak teman saya yang mencela dan menyarankan untuk berinvestasi di saham lainnya, karena Bank Pundi dalam 5 tahun terakhir terus mengalami kerugian dan hampir bangkrut. Namun saya mempunyai keyakinan suatu saat nanti entah itu setahun, 2 tahun lagi atau bahkan 5 tahun lagi harga saham ini akan berlipat-lipat harganya seiring dengan pembenahan managemen internal yang dilakukan oleh management baru.

Kalau dianalisis secara fundamental dengan memakai analisa apapun saham BEKS ini sangat tidak layak untuk dikoleksi, yah mow analisa gimana wong laporan keuangnnya berturut-turut mengalami kerugian dan hampir bangkrut lagi. Namun dengan adanya pembelian oleh pemprov Banten dan menyuntikan modal sebesar 5 Triliunan melalui skema right issue, saya mempunyai keyakinan perusahaan ini pasti akan bertumbuh dan berkembang di masa yang akan datang. Saya pribadi awalnya bekerja di CIMB Niaga sebagai Accounting Bank Office dan saat ini bekerja di Bank BPD Bali sedikit tidaknya tahu dan mengerti bagaimana kondisi perbankan swasta dan BUMD. Saya mempunyai keyakinan Bank Pundi yang saat ini sudah berubah menjadi Bank Banten dengan kepelikan mayoritas oleh Pemprov Banten di masa yang akan datang perusahaan ini akan berkembang.

Kenapa Bank Pundi merugi disaat ekonomi Indonesia baik-baik saja?  Secara kasat mata dapat dilihat dari NIM Bank Pundi hanya sebesar 3% sangat jauh dengan rata-rata NIM perbankan di Indonesia di kisaran 5%-7%, artinya mungkin saja komposisi dana pihak ketiga Bank Pundi di dominasi oleh dana-dana mahal namun menyalurkan kredit kepada sektor korporasi yang memang bisa melakukan negosiasi permintaan bunga rendah. Penyaluran kredit Bank Pundi mungkin saja terkonsentrasi pada kredit korporasi yang memang sangat beresiko tinggi terjadi kemacetan yang berujung pada pembentukan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang sangat besar sehingga menggerus laba perusahaan ujung-ujungnya akan menggerogoti modal perusahaan. Suntikan modal dari pemilik juga tidak kunjung datang, ada rumors sebelumnya PT MNC Kapital menyuntikan modal sebesar Rp.100.000.000.000,- dan merencanakan Bank Pundi akan Meger dengan Bank MNC milik Hary Tanoe. Namun entah kenapa rencana tersebut gagal dilakukan dan malah Bank Pundi di jual ke Pemprov Banten.

Seperti saya bilang sebelumnya bahwa Saham BEKS ini masih rugi dianalisa dengan menggunakan analisa apapun saham BEKS ini tidak layak untuk di beli dan di koleksi. Saham BEKS ini hanya bisa di koleksi dan di beli untuk investasi jangka panjang dengan pertimbangan utama hanya satu prospect di masa yang akan datang. Saham BEKS yang awalnya merupakan Bank Pundi, saat ini sudah menjadi Bank BPD Banten. Wajib hukumnya pemprov Banten menempatkan dana Kas Daerahnya di Bank BPD Banten kalau menginginkan perusahaan ini menjadi untung. Akan sangat mungkin menurut saya Bank BPD Banten yang awalnya merugi menjadi profitable.

Hanya berandai-andai jikalau saya menjadi Direktur dan membenahi BPD Banten agar profitable tentunya langkah-langkah yang saya ambil adalah

    1. Gaji seluruh PNS Banten melalui Bank BPD Banten dengan instruksi Gubernur
    2. Dana Kasda ditempatkan dalam Giro
    3. Penyaluran gaji pensiunan melalui Bank BPD Banten
    4. Seluruh PNS Banten permohonan Kreditnya di BPD Banten
    5. Seluruh Proyek APBN dan APBD di wilayah Banten pembiayaannya melalui Bank BPD Banten
    6. Melakukan Efisiensi Biaya di semua unit Kerja
    7. Melakukan Maping Kredit Macet apakah akan di restrukturisasi atau melakukan pelelangan agunan
    8. Mereview cabang-cabang di luar wilayah Banten yang masih merugi,apakah akan dilanjutkan atau di tutup
    9. Penyaluran Gaji Pensiunan PNS melalui Bank BPD Banten
    10. Kerja dan Kerja he..he.he.

Direktur Utama Bank BPD Banten saat ini seorang bankir yang handal dan sarat akan pengalaman perbankan. Sebelum menjabat Direktur Bank BPD Banten, menjabat sebagai Direktur Bank AGRO.  Secara pribadi mempunyai keyakinan dengan keahlian yang dimiliki oleh beliau, saya yakin Bank BPD Banten berkembang dan mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang. Bank Agro saja bisa tumbuh dan berkembang seperti saat ini, apalagi BPD Banten yang mempunyai market pasar sudah jelas yaitu DPK Kasda, Kredit Pegawai, Kredit Kontruksi Proyek APBD,APBN saya yakin menjadi BPD Banten menjadi Champion di Provinsi Banten. “Disclaimer ON”

Dengan melihat prospect Provinsi Banten yang sedang berkembang saya mempunyai keyakinan Bank BPD Banten nantinya akan tumbuh dan berkembang pula, tentunya harga sahamnya akan meningkat dan menjadi buruan investor. Saya pribadi mengoleksi saham ini untuk investasi masa depan saya di harga Rp.50, tentunya apabila mengalami kenaikan 100% akan saja jual dan menunggu kembali harga saham ini ke Rp.50 untuk saya beli kembali he..he.he.he.

PERHATIAN !

“Tulisan ini bukan merupakan suatu rekomendasi untuk melakukan pembelian saham BEKS. Tulisan ini saya buat berdasarkan pengetahuan saya yang terbatas hanya untuk kesenangan mengisi waktu luang dengan cara menulis apa yang ada di otak saya”