Investor Saham

Saturday, April 11, 2015

Melaspas N Mecaru Rumah Baru

Keinginan untuk mempunyai rumah pribadi dan bisa hidup bersama anak n istri akhirnya terwujud. Walaupun banyak rintangan dan halangan namun niat untuk bisa membangun rumah untuk keluarga syukurlah bisa teratasi. Atas asung kerta wara nugraha Ida sesuhunan akhirnya rumah baru kami bisa kami tempati, tentunya upacara melasapas n mecaru hrus kami lakukan sebelum benar benar kami pindah ke rumah baruku.
Kegembiraan terpancar dari raut wajah anak anak dan istriku. Mereka sudah tidak sabar untuk segera bisa pindah menempati rumah baru kami. Terutama aku sangat bergembira, bisa memberikan rumah yang layak bagi anak anak dan istriku walaupun dengan utang sana dan utang sini. Yang terpenting bahwa rumah kami berkat hasil rezki yang halal dan bukan dari korupsi. Kebanggaan menjadi seorang bapak bisa memberikan tempat berteduh yang layak bagi anak anaknya. Semoga rumah kami ini menjadi awal yang baik bagi kami sekeluarga. Tidak lupa kami mengucapkan banyak banyak terimakasih atas kebaikan dan ketulusan bapak I Ketut Suarka bersama istri yang mau menampung kami sekeluarga sejak kami nikah sampai amanda n darva besar seperti saat ini. Kebaikan bapak Ketut bersama keluarga akan selalu di kenang sampai anak cucu kami. Semoga kebaikannya diberikan imbalan yang melimpah dari Ida sesuhunan.
Terimakasih juga buat Bank BPD Bali yang telah rutin setiap bulan membayar gaji tanpa ada kekurangan dan keterlambatan sehingga rumah kami bisa terwujud, semoga Bank BPD Bali tumbuh dan berkembang menjadi Bank yang terkemuka di Bali.
Terimakasih juga kepada bapak I Wayan Citayasa yang telah mau membantu dalam hal perancangan dan pembangunan rumah kami, semoga kebaikan bapak dibalas oleh ida sesuhunan dengan diberikan rezki yang melimpah, tapi syaratnya harus rajin sembahyang n ingat anak n istri di rumah Klungkung ya pak!
Tepat jam 12.00 upacara melaspas dilakukan dipuput oleh Ida Pedanda dari Geria Gunaksa. Upacara melaspas n mecaru berjalan lancar tanpa ada hambatan yang berarti berkat doa dan support seluruh keluarga upacara melaspas n mecaru selesai dengan hikmat. 
Astungkara Ida Sang Hyang Widi atas tuntunan dan pencerahan yang diberikan sehingga kami bisa memiliki rumah untuk tempat kami berteduh.


Saturday, April 4, 2015

@ RSUP Sanglah

Umur kurang lebih sudah 81 tahun kondisi fisik bapak masih terlihat sehat namun sayang karena bapak merasa masih punya tangung jawab kepada semua anak anaknya bapak masih merasa bersalah tidak bisa memberikan yang terbaik bagi anak anaknya semua. Dan juga beban dari omelan Ibu yang terus menerus memberikan statment yang tidak bisa menenangkan hati bapak, akhirnya bapak depresi tidak mau makan dan minum dan sulit untuk mengenali anak anaknya. Kami merasa sedih melihat kondisi bapak kian hari kian menurun. Upaya niskala sudah kami coba untuk memohon kepada leluruh leluhur kami untuk ikut membantu memulihkan ingatan bapak, akhirnya kami putuskan untuk membawa bapak ke rumah sakit untuk opname agar bisa mendapatkan asupan energi dari infus yang diberikan. Tiap hari kami memohon agar bapak diberikan pencerahan oleh Ida Sang Hyang Widi agar ingetannya kembali normal dan mau makan. Kami juga meminta kepada ibu untuk ikut menjaga di RSU karena bapak masih terlihat sayang sama ibu. Kami berusaha apapun akan kami lakukan agar ingatan bapak kembali normal dan bisa melakukan aktifitas kembali. Mungkin ini cobaan yang harus kami hadapi disaat saya membutuhkan dana renovasi rumah dan upacara melaspas rumah pertama yang kami miliki, saat bersamaan juga bapak masuk ICU rumah sakit sanglah untuk mendapatkan perawatan itensif. Kami pasrah dan berserah kepada Ida Sang Hyang Widi jikalau rumah pertama kami harus kami jual untuk biaya berobat bapak akan kami lakukan, karena rumah itu kami buat untuk bapak n ibu yang selama hidupnya menginginkan agar anak-anaknya punya rumah sendiri. Selama ini kami sekeluarga baik kakak dan adik adikku numpang di rumah paman paman kami. Bahkan sampai kami sudah menikah dan punya anakku kami masih menumpang di rumah paman karena keadaan ekonomi kami yang tidak memungkinkan untuk bisa membeli rumah. Kami sangat berutang budi kepada paman pamanku yang mau sabar bisa menampung kami, semoga kebaikannya diberikan pahala yang melimpah oleh yang maha kuasa.
Semoga bapak segera diberikan kesembuhan pikiran dan kesehatan fisik dan bisa segera mengenali kami sebagai anak-anaknya.astungkara


melukat ke pura tirta sudamala

Bulan Purnama sasih Kadasa udah menjadi keinginan lama untuk bisa mengajak amanda darva dan istriku untuk melukat melakukan pembersihan diri. Atas tuntunan ida sang hyang widi wasa akhirnya keinginan itu bisa terwujud. Tepat saat bulan Purnama Kadasa pagi pagi kami berangkat dari Klungkung menuju arah kab Bangli,karena harus mengambil pejati di denpasar. Rencana kami setelah melukat, jam 3 sore mau ngajak amanda n darva maturan di BPD Pusat karena tepat purnama kedasa BPD Bali Kantor Pusat mengadakan Piodalan. Sesampainya di tempat tujuan dengan membayar ojek 5.000 kami diantar ke tempat tujuan kami melakukan melukat. Begitu kagetnya kami melihat betapa banyaknya masyarakat Hindu melakukan pemlukatan, dalam benak kami bisa sampai sore kami ditempat ini. Kasian amanda n darva sampai jam 01.00 belum juga makan dan kami masih mengantri untuk dapat melakukan pemlukatan tirta sudamala. Bagi kami masyarakat Hindu Tirta Sudamala kami yakini sebagai obat untuk pembersihan penyakit penyakit yang ada di dalam tubuh, dan kami sangat percaya pemlukatan tirta sudamala ini bisa membersihkan kami dari segala macam penyakit terutama penyakit magic yang dilakukan oleh orang yang tidak senang dengan kita. Tepat pukul 03.00 akhirnya kami dapat giliran, alangkah bahagianya bisa mengajak keluarga melakukan pemlukatan tirta sudamala ini, terutama amanda n darva begitu bahagianya bisa bermain air mancur. Jam 5.00 akhirnya kami selesai dan balik ke Klungkung, namun sayang rencana untuk melakukan persembahyangan di BPD Bali belum terwujud. semoga tahun depan kami bisa melakukan persembahyangan bersama karena semua rezki yang kami dapat bersumber dari Ida Sang Hyang Widi melalui BPD Bali. Sudah menjadi keharusan dan kewajiban kami sekeluarga untuk berbakti dan bersujud di hadapanNya.
Semoga apa yang kami harapkan bisa terkabulkan. Astungkara