Investor Saham

Wednesday, August 23, 2017

Melakukan Adjustmen Harga Saham pada Metastock

Kali ini saya akan sharing tata cara untuk melakukan adjustmen harga pada feed data metastock yang anda miliki. Untuk mendapatkan feed data secara EOD maupun realtime di Indonesia sangatlah susah. Kita harus berlangganan data untuk mendapatkan feed data pada metastock yang kita punya. Untuk berlangganan data secara real time sangat lah mahal untuk ukuran investor ritel seperti kita. Broker Phillips sekuritas yang awalnya menawarkan feed data secara real time bagi nasabahnya saat ini sudah tidak memberikan pelayanan feed data untuk Metastock, dengan alasan belum jelas. Saya sendiri pengguna Metastock untuk menganalisa saham-saham secara technikal, karena sangat simple dan mudah dimengerti. Saya sendiri melakukan update data dari www.dataharianbei.com yang sudah secara sukarela mau membagi data update metastock untuk investor ritel seperti kita. Mungkin untuk Metastock Real Time hal ini tidak akan menjadi masalah, karena data secara otomatis sudah dilakukan adjustmen oleh vendor penyedia jasa. Namun bagi saya pribadi yang memakai update akhir hari. Untuk saham-saham yang melakukan aksi koorporasi stock split maupun reverse stock harga saham sebelum pelaksanaan aksi koorporasi tidak secara otomatis berubah. Kita harus melakukannya sendiri secara manual agar tampilan grafik pada chart mudah di analisa. Berikut saya kasi tahu tata caranya biar ga salah yah.


1. Grafik Chart PPRO setelah melakukan stock spli pada tanggal 16 Februari 2017 kemarin sebelum dilakukan adjustmen pada Metastock gambarnya seperti ini 

PPRO_SEBELUM_STOCK_SPLITTentunya akan susah menganalisa apabila menemukan chart seperti dalam gambar diatas bukan. Apabila kita tidak melakukan adjustmen harga analasisa kita akan menjadi rancu. Terlihat dalam grafik harga setelah stocksplit sudah menyesuaikan di pasar, namun harga sebelum stock split masih seperti harga sebelum dilakukan stock split. Untuk melakukan adjustmen harga tersebut langkah-langkahnya sebagai berikut :

  1. Buka The Downloader software bawaan dari Metastock (tentunya anda sudah tahu caranya buka the downloader)
  2. Kemudian Klik Open –> Pilih Folder Database Metastock anda kemudian pilih saham yang akan anda adjustmen seperti terlihat dalam gambar berikutppro_2
  3. Setelah anda pilih saham yang akan di adjustmen harganya sesuai aksi korporasi akan muncul ppro_3seperti gambar berikut. Dalam gambar saya isi tanda untuk mengingat kapa aksi stock split tersebut dilakukan karena itu adalah point penting didalam melakukan adjustmen harga .
  4. Setelah mengetahui kapan tanggal stock spli langkah selanjutnya adalah mengklik kanan field tanggal sebelum dilakukan stock split –> kemudian pilih Manual Adjust akan terlihat seperti gambar berikut ppro4
  5. Anda harus merubah Factor sesuai dengan perbandingan stock split yang dilakukan oleh perusahaan tersebut, kemudian mensetting First Date To Adjustmen sesuai dengan data awal saham tersebut di metastock dan mesetting data akhir sebelum dilakukan stock split dalam gambar terlihat dalm gambar PPRO_6
  6. Setelah Klik Ok akan terlihat harga sudah disesuakan sesuai dengan kondisi stock split seperti terlihat dalam gambar tidak ada lagi harga saham yang berharga 1500 kemudian klik Save untuk menyimpan hasil adjustmenppro_7

  7. Buka Metastock kemudian pilih saham PPRO anda akan melihat tampilan chart dengan tampilan harga yang sudah di adjustmen tadi seperti terlihat dalam gambar berikut  ppro_final

Sangat mudah bukan ? Anda sekarang bisa menganalisa saham PPRO dengan lebih akurat dibandingkan dengan tampilan chart sebelum dilakukan adjustmen. Semoga apa yang saya sampaikan ini bisa memberikan manfaat kepada investor ritel seperti saya sendiri yang masih tahap belajar he..he.he.he.

Apabila anda masih bingung dimana membeli Metastock, cara menginstal dan menggunakannya anda bisa menghubungi saya melalui email atau wa. Dengan senang hati saya siap membantu sesuai dengan apa yang saya ketahui.
Happy Trading ya !

Friday, August 18, 2017

Analisa ANTM dilihat dari sisi Bandarmologi

Kali ini saya mencoba menganalisa pergerakan saham ANTM dilihat dari transaksi broker-broker yang mengakumulasi saham ANTM ini sejak awal tahun 2016. Hal ini sangat menarik mengingat sampai saat ini broker broker tersebut belum melakukan penjualan atas pembelian saham ANTM tersebut. Dan menurut saya pribadi hal ini merupakan peluang investasi untuk memperoleh profit pada kenaikan saham ini. Berikut ulasan yang saya ketahui perihal mendeteksi pergerakan saham dilihat dari metoda bandarmologi.

Pada tahun 2010 harga saham ANTM sempat bertengger di harga Rp.2700 setelah itu terus turun merosot hingga titik terendahnya pada bulan Desember 2015 ke harga Rp.300 karena mengalami kerugian akibat beban cost yang tinggi. Barulah pada tahun 2016 kemarin saham ANTM sudah membukukan Laba kurang lebih sebesar 64,8 Miliar. Wajar saja seluruh investor memburu saham ini sejak awal tahun 2016 hingga mengalami kenaikan sampai bulan November 2016 mencapai harga Rp.1000 per lembar. Range waktu kenaikan ini saya namakan dengan fase akumulasi. Mencapai titik puncaknya pada tahun 2016 di harga Rp.1000 sebagian investor melakukan aksi profit taking mengakibatkan harga saham ANTM melorot kembali menyentuh harga terendahnya di tahun 2017 sebesar Rp.600 ini yang saya namakan fase distribusi. Namun apakah fase akumulasi dan fase distribusi ini benar adanya sesuai dengan transaksi broker. Fase Akumulasi dan Fase Distribusi dalam Chart bisa dilihat dalam gambar berikut

akumulasi_distribusi

Dalam grafik metastock dengan time frame bulanan sangat jelas terlihat kapan fase akumulasi dan kapan fase distribusi. Untuk menganalisa fase akumulasi ini saya mencoba melihat transaksi saham ANTM yang dilakukan oleh seluruh broker seperti terlihat dalam gambar berikut

Broker_akumulasi

Terlihat dalam gambar diatas 5 broker teratas yaitu broker FS (Yuanta Sekuritas Indonesia), broker PC (FAC Sekuritas Indonesia) Broker ID (Anugerah Sekuritas Indonesia, Broker XA (NH Korindo Sekuritas Indonesia dan Broker KI (Ciptadana Sekuritas Asia) secara massive melakukan pembelian dengan harga rata-rata yang bisa dilihat dalam tabel diatas.

Sedangkan dalam fase distribusi saya mencoba melihat data transaksi saham ANTM sejak Desember 2016 s.d 31 Juli 2017 top 5 broker yang paling banyak menjual saham ANTM adalah Broker XA (NH Korindo Sekuritas Indonesia) Broker FZ (Waterfront Sekuritas Indonesia), Broker DX (Bahana Sekuritas), Broker PD (Indo Primer Sekuritas) dan Broker PC (FAC Sekuritas Indonesia) seperti dalam gambar berikut

Fase Distribusi 

Dari data-data yang saya sampaikan diatas dapat diartikan bahwa pada fase akumulasi top 5 broker melakukan pembelian jutaan lot lembar saham yang dengan rata-rata harga terendah dilakukan oleh broker PC di harga 516 sedangkan broker FS yang membeli dengan harga yang lebih tinggi yaitu 735 per lembar saham. Namun saat terjadi penurunan/distribusi ke-5 broker yang melakukan pembelian saat terjadi fase akumulasi tidak melakukan penjualan hanya broker XA (NH Korindo Sekuritas) yang melakukan penjualan sebanyak 1,2 juta lot dengan harga rata-rata 889 dimana saat akumulasi broker XA melakukan pembelian dengan harga rata-rata 681 terlihat broker XA sudah untung sebesar Rp.208/lembar saham. 4 broker lainya pada fase akumulasi sampai saat ini masih menyimpan sahamnya dengan rata rata pembelian di range harga 588-735.


Apabila saya memperhatikan harga saat ini pada bulan 18 Agustus 2017 harga saham ANTM closed di harga 690 sangat mustahil bagi ke-5 broker tersebut melakukan penjualan dengan jumlah sebanyak itu. Keuntungan yang didapat bisa jadi sangat kecil atau bahkan merugi. Jalan satu-satunya yang harus dilakukan oleh ke 5 broker tersebut adalah dengan mengerek kembali harga saham ANTM ke level 850 atau ke level puncak di tahun 2017 yaitu Rp.1000/lembar saham agar ke-5 broker tersebut bisa melakukan distribusi untuk  mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Saya pribadi terus mencermati pergerakan harga saham ANTM ini serta melihat data transaksi yang dilakukan oleh broker secara harian untuk mendeteksi pergerakan ke-5 broker tersebut. Saya pribadi terus mengakumulasi apabila harga saham ANTM menyentuh level 650, berharap nantinya ke-5 broker tersebut mengerek ke level 850 atau ke 1000 he.h.eh.eh.e

Semoga apa yang saya ceritakan ini bisa bermanfaat rekan-rekan sekalian, apabila ada kesalahan mohon dikoreksi. Kritik dan saran untuk pengembangan diri saya harapkan dari rekan-rekan investor

happy cuan

Monday, August 7, 2017

Bank Jatim (BJTM) Agustus 2017

Seperti analisa saya sebelumnya yang ditulis dalam post  “ 5 Bulan Bandar Melakukan Distribusi BJTM” pada awal bulan Agustus 2017 terjadi akumulasi yang besar pada saham BJTM atau saham Bank Jatim , yang dilakukan oleh bandar dengan partisipasi ritel nett sell sebesar 46%. Seperti terlihat dalam gambar berikut 
BJTM_MM_DETECTOR Terlihat Top 3 & Top 5 Broker melakukan Akumulasi yang besar pada saham BJTM atau Saham Bank Jatim pada tanggal 1 Agustus 2017 harga langsung menyentuh 675 dan closed di 670.  3 Hari setelah akumulasi yaitu tanggal 2-4 Agustus 2017 bandar melakukan big distribusi saham BJTM dengan rata rata harga 658 dengan partisipasi ritel sebesar 5% artinya saham BJTM atau saham Bank Jatim yang kemarin di akumulasi masih belum sepenuhnya di distribusi ke ritel namun harganya sudah menyentuh level di bawah harga akumulasi kemarin closed selama 3 hari distribusi yaitu 645.
seperti terlihat dalam gambar berikut
distribusi_bjtm  Jalan satu-satunya bagi bandar agar bisa melakukan distribusi adalah dengan mengakumulasi lagi saham BJTM atau saham Bank Jatim ini agar harganya bisa naik seperti terlihat dalam gambar berikut 
massive akumulasiPada tanggal 7 Agustus 2017 Bandar kembali melakukan akumulasi saham Bank Jatim atau saham BJTM secara massive diharga 659 dengan partisipasi ritel 36% harga kembali melonjak ke level 665,kecil kemungkinan bandar akan melakukan distribusi saat ini karena harga saat ini closed di kisaran harga akumulasi bandar. Kemungkinan bandar akan melakukan akumulasi kembali untuk mengerek harga saham BJTM atau saham Bank Jatim ke level 670 – 685 agar bisa dengan leluasa melakukan distribusi kembali.
Terlihat dalam grafik metastock pergerakan saham BJTM atau saham Bank Jatim seperti ini
BJTM_AGUSTUS
Setelah melakukan analisa seperti ini saya mengasumsikan harga saham BJTM atau saham Bank Jatim kemungkinan akan kembali menyentuh level diatas 700 di masa yang akan datang karena setiap bandar melakukan akumulasi tidak lama kemudian harga langsung di turunkan dengan tujuan ritel langsung jualan, namun bandar mengakumulasi barang secara perlahan-lahan. 
Saya sendiri sangat tertarik untuk mengakumulasi saham BJTM atau saham Bank Jatim ini karena mempunyai fundamental yang bagus dan perusahaan milik pemda Jatim. Berikut ratio BJTM per Juni 2017
fundamental bjtm
Terlihat PER Saham BJTM masih 6.73x dan EPS kisaran Rp.99 menurut saya masih tergolong murah untuk saat ini dibandingkan dengan saham sektor perbankan lainnya yang sejenis. Setiap tahun labanya terus tumbuh sedangkan saham yang beredar kurang lebih saham ataupun ada penambahan program ESOP kepada karyawan tahun ini namun penambahan jumlah sahamnya ga terlalu signifikan sedangkan labanya saya perkirakan tahun 2017 ini bisa menyentuh diatas 1 triliunan.
Strategi saya untuk saham ini adalah dengan mengakumulasi terus saham ini diharga 640 ke bawah, dan keep sampai menyetuh harga 850 lagi atau diatasnya, walaupun ga naik-naik toh nanti pembagian devidennya sangat besar dapat dilihat ROE sebesar 18% setahun.


Saya pribadi seluruh porto saya saya investasikan pada saham ini berharap dapat kenaikan harga yang signifikan sampai pembagian deviden nanti di tahun 2018.
Yang paling menarik dari saham ini adalah kepemilikan saham BJTM atau Bank Jatim per Juni 2017 dapat kami tampilkan data sebagai berikut :
Dari data kepemilikan saham tersebut 20.17 % dimiliki oleh publik, dari 20.17% saham publik Badan Usaha memiliki 49.03% sedangkan Ritel Perorangan memiliki 50.97%. Apabila ditelaah lagi 50.97% saham Ritel ternyata Ritel asing mendominasi kepemilikan saham ini dimana Ritel Asing memiliki 60.68% sedangkan Ritel Domestik memiliki kepemilikan sebesar 39.32%.
Menurut saya pribadi dengan data kepemilikan seperti ini saya meyakini harga saham BJTM nantinya bisa melambung tinggi.
Investor asing saja terus mengakumulasi saham BJTM atau Bank Jatim ini untuk portofolio investasinya kenapa kita yang domestik tidak berani berinvestasi di saham ini.
Bagi rekan-rekan ingin sharing silahkan isi dalam komentar yah. Dengan senang hati bisa berbagi dan berdiskusi untuk menambah wawasan kita.
Happy Cuan

Wednesday, August 2, 2017

5 Bulan Bandar melakukan Distribusi BJTM

Bank BPD Jatim merupakan emiten Bank Daerah ke-2 yang melantai di Bursa Saham Indonesia. Dengan profit konsisten setiap tahun, menjadi incaran investor asing maupun lokal menempatkan dananya pada saham ini. Kalau tidak salah setiap tahun ROE saham ini sekitar 19% lebih besar dibandingkan dengan deposito maupaun ORI yang dikeluarkan pemerintah Indonesia. Sayangnya hanya segelintir orang Indonesia yang mengerti dengan berinvestasi di pasar modal. Mereka masih takut atau memang tidak mengerti untuk menempatkan dananya pada saham ini. Padahal yang namanya Bank BPD market kredit konsumtif bagi pegawai PNS dan pengelolaan dana Kas Daerah sudah pasti didapatkan. Saya melihat dari bulan Maret 2017 sampai April 2017 harga saham BJTM naik hampir 70%. Setelah mengalami kenaikan yang tinggi,saatnya pemilik saham untuk profit taking dengan melakukan penjualan perlahan-lahan agar profitnya maksimal. Bagi kita investor ritel yang hanya punya ratusan lot ato hanya puluhan ribu lot untuk melakukan penjualan seketika itu tidak akan mempengaruhi harga pasar. Namun bagi seorang Investor Kakap (Bandar) yang memiliki saham BJTM sampai jutaan lot tentunya harus menjual saham yang dimilikinya secara perlahan-lahan untuk mendapatkan average harga tinggi.

Setelah Investor Kakap melakukan profit taking dengan melakukan distribusi saham yang dimiliki sampai menyentuh harga saat terjadi kenaikan sebelumnya, maka jalan yang diambil oleh Bandar yaitu :

1. Apabila saham yang dimiliki masih ada, maka jalan yang diambil oleh bandar adalah dengan menaikan harga kembali ke level tertinggi agar bisa melakukan distribusi kembali

2. Apabila saham yang dimiliki masih ada atau sudah habis distribusi, bandar akan melakukan akumulasi secara perlahan-lahan sehingga pergerakan saham akan sideways berbulan bulan, setelah cukup diakumulasi harga akan terbang seketika.

Seperti terlihat dalam chart Saham BJTM berikut ini. Saya melihat jalan satu-satunya yang harus dilakukan oleh bandar adalah dengan menaikkan harganya ke level 770-800 sebelum di distribusikan kembali ke ritel.

BJTM_02_08

Jikalau tidak terjadi kenaikan ke level 770-800 malah terus turun ke level dibawah 600 saatnya kita sebagai investor ritel untuk membeli saham ini keep selama setahun niscaya profit minimal 50% pasti akan dapat.

Happy Cuan yah..!

Tuesday, August 1, 2017

Waspadai Investasi Ilegal! OJK Hentikan Kegiatan 11 Perusahaan Ini

Otoritas Jasa Keuangan kembali mengumumkan  telah menghentikan kegiatan usaha 11 perusahaan investasi karena tidak memiliki izin dan berpotensi merugikan masyarakat.
satgas_investasi_ojk
Ketua Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi (Satgas Waspada Investasi), Tongam L. Tobing, menyatakan kegiatan usaha sebelas entitas telah dihentikan sejak 18 Juli 2017.
“Kami kembali melakukan penghentian kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tanpa izin yang dilakukan 11 entitas,” ujar Tongam, dalam keterangan tertulisnya, Jumat 22 Juli 2017.
Sebelas Perusahaan yang dihentikan kegiatannya adalah;
1. PT Akmal Azriel Bersaudara
2. PT First Anugerah Karya Wisata (First Travel)
3. PT Konter Kita Satria
4. PT Maestro Digital Komunikasi
5. PT Global Mitra Group
6. PT Unionfam Azaria Berjaya (Azaria Amazing Store)
7. 4Jovem (PT Pansaky Berdikari Bersama)
8. Car Club Indonesia (PT Carklub Pratama Indonesia)
9. Koperasi Budaya Karyawan Bank Bumi Daya Cabang Pekanbaru
10. PT Maju Mapan Pradana (Fast Furious Forex Index Commodity/F3/FFM)
11. PT CMI Futures,
Menurut Tongam, Satgas telah mengundang 11 entitas tersebut untuk menjelaskan legalitas dan kegiatan usahanya. Perusahaan yang hadir adalah Akmal Azriel Bersaudara, First Travel, Konter Kita Satria, Maestro Digital Komunikasi, Global Mitra Group, UnionfamAzaria Berjaya, 4Jovem, dan Car Club Indonesia. Perusahaan-perusahaan itu telah menandatangani surat pernyataan yang menyatakan menghentikan kegiatannya sejak 18 Juli 2017.
“Entitas lainnya tidak hadir, namun kegiatannya dihentikan karena diduga melanggar ketentuan perundang-undangan dan merugikan masyarakat,” ungkap Tongam.
Akmal Azriel Bersaudara, kata Tongam, harus menghentikan kegiatan usaha kredit mobil, motor atau emas yang dilakukan tanpa izin dan diduga melanggar Undang-Undang serta merugikan masyarakat. Perusahaan ini diminta mengurus perizinan dan memperbaiki sistem pemasaran agar sesuai Undang-Undang. (Baca juga : Waspadai Investasi Ilegal! OJK Kembali Awasi Beberapa Perusahaan)
Kasus First Travel
Adapun First Travel harus menghentikan penawaran perjalanan umroh promo yang saat ini sebesar Rp 14,3 juta. Satgas bersama Kementerian Agama meminta seluruh jamaah calon umroh tetap tenang dan memberikan kesempatan kepada manajemen First Travel untuk mengurus keberangkatan jamaah umroh.
Tongam menjelaskan First Travel telah membuat surat pernyataan bahwa mereka menghentikan pendaftaran jemaah umroh baru untuk program promo. First Travel juga akan memberangkatkan jemaah umroh setelah musim haji yaitu pada November dan Desember 2017 masing-masing sebanyak 5 ribu – 7 ribu jemaah per bulan.
“Perusahaan ini akan menyampaikan jadwal keberangkatan jemaah umroh kepada Satgas selambat-lambatnya pada September 2017,” ujar Tongam.
Sedangkan untuk keberangkatan Januari 2018 dan seterusnya, First Travel akan menyampaikan jadwal keberangkatan pada Oktober 2017. Satgas meminta jika ada permintaan pengembalian dana (refund) dari jemaah, maka pelaksanaannya dilakukan dalam waktu 30 – 90 hari kerja. “First Travel harus segera menyampaikan data-data jemaah umroh yang masih menunggu keberangkatan kepada Satgas dan Kementerian Agama,” ungkap Tongam.
Belum Kantongi Izin
Konter Kita Satria, Maestro Digital Komunikasi, Global Mitra Group, Unionfam Azaria Berjaya, 4Jovem, dan Car Club Indonesia dihentikan kegiatannya karena belum mendapatkan izin dari otoritas berwenang. Tongam meminta agar perusahaan tersebut segera mengurus izin. “Sebelum izin diterbitkan, perusahaan tidak dapat menjalankan usahanya,” katanya .
Sementara Koperasi Budaya Karyawan Bank Bumi Daya Pekanbaru, Fast Furious Forex Index Commodity, serta CMI Futures dihentikan kegiatannya karena diduga melanggar Undang-Undang.
Sepanjang 2017 ini, Satgas Waspada Investasi telah menghentikan kegiatan usaha 43 entitas. Pada 21 Juni lalu, OJK juga mengumumkan penghentian operasi 3 perusahaan investasi ilegal. Mereka adalah SMC Profit, PT Smart Global Indotama, dan PT Miracle Bangun Indo. Ketiga perusahaan ini dihentikan operasinya karena melakukan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tanpa izin. (Baca di sini : Waspadai Investasi Ilegal! OJK Resmi Hentikan Kegiatan Tiga Perusahaan Ini)
"Maraknya penawaran investasi ilegal dan penghimpunan dana masyarakat tanpa izin sudah mengkhawatirkan. Kami himbau masyarakat selalu waspada,” ungkap Tongam.
Jika menemukan tawaran investasi yang mencurigakan, masyarakat dapat mengkonsultasikan atau melaporkan kepada Layanan Konsumen OJK 1500655, email konsumen@ojk.go.id atau waspadainvestasi@ojk.go.id.
sumber berita dari www.bareksa.com